Tampilkan postingan dengan label Sekitar Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekitar Kita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Mei 2011

Terminal Baru Bogor, Jadi ??

Ketika mengurus Surat Pengantar di rumah Pak RW untuk keperluan pembuatan Akta Kelahiran. Pak RW menginformasikan, bahwasanya perpindahan Terminal Bogor dari Baranangsiang ke Tanah Baru, kemungkinan besar terlaksana.

Menurut info dari Pak RW, rencana untuk pengukuran akan dimulai bulan Juli 2011, dan pada akhir 2015, jalan Pangeran Assogiri, mempunyai lebar 10 meter.

Terkait dengan rencana, tersebut. Ada yang punya informasi lebih valid dan detail? Silahkan sharing di Blog ini, karena rencananya, lokasi terminal tersebut tidak berjauhan dari lokasi Perumahan Taman Seruni

By:TaMaNi 12
Abu Faris

Selasa, 17 Mei 2011

Ketua RT 001 dan Ketua RW o4

Wilayah Taman Seruni terletak di Rt.001 dan Rw.04 Kelurahan Tanah Baru.

Kalau ada yang belum tahu, Ketua Rt.001 sekarang ini dijabat oleh Bpk. Hodim, posisi rumah beliau kalau dari keluar tol tanah baru ke arah Taman Seruni, letaknya di pinggir jalan sisi kiri, sebelum kelokan yang banyak polisi tidur.

Sedangkan Ketua Rw.04, sekarang ini dijabat oleh Bpk. Jarkasih, posisi rumah beliau kalau dari Taman Seruni ke arah Pasar Tanah Baru, letaknya di sisi kiri seberang Masjid Tanah Baru, masuk gang sedikit.

Silahkan jika ada warga Taman Seruni yang ingin bersilaturahim atau ingin mengurus surat pengantar.

By:TamanSeruni 12
Abu Faris

Rabu, 29 Desember 2010

Warga Cimahpar Bogor Utara Temukan Mayat Tanpa Indentitas di Kali Ciluar

Warga Kelurahan Cimahpar Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Sabtu (25/12/2010) sekitar pukul 06.00 wib, dikagetkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki, tanpa identitas mengambang di Kali Ciluar

Reporter Radio Siaran Pemerintah Daerah Kota Bogor “Sipatahunan” Ali Simon melaporkan, mayat tersebut diperkirakan berusia 70 tahun. Saat ditemukan mayat tanpa identitas tersebut tanpa mengenakan celana, dan hanya mengenakan pakaian berwarna coklat dan kaus singlet berwarna hitam


Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang bocah berusia 9 tahun, bernama Aji saat akan mandi pagi. “ Saya kaget melihat ada orang mengambang di kali. “kata Aji kepada Repoter Radio Radio Sipatahunan.

Menurut Aji, saat ditemukan mayat laki-laki tersebut terlihat masih mengeluarkan darah dari kepalanya. “Saya langsung minta tolong kepada warga lainnya untuk melaporkan ke Pak RT, “ kata Aji.

Emuh (41) salah satu warga lainnya menduga bahwa mayat yang mengambang di kali seorang pemulung. “ Mungkin dia seorang pemulung, “ ujarnya yang ikut membantu pihak Kepolisian mengangkat mayat tersebut, sebelum dibawa ke RSU PMI Bogor untuk divisum.

Petugas Polsek Bogor Utara yang datang ke ke TKP langsung meminta keterangan dari warga untuk mencari tahu keberadaan keluarga mayat tersebut. Namun hingga kini belum ada satu pun warga yang mengaku kehilangan keluarganya.

*copy paste dari web : www.kotabogor.go.id
link :
http://kotabogor.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=7128

Rabu, 22 Desember 2010

Tewas Digigit Ular

Berita dari Harian Jurnal Bogor dibawah ini, mengingatkan kita untuk selalu waspada terhadap lingkungan di sekitar kita, terutama dengan hewan yang dapat membahayakan keselamatan jiwa. Kejadian ini terjadi masih di wilayah Bogor Utara tepatnya di Wisata Kuliner Dewata (Cimahpar). Berita lengkapnya dapat dilihat di link dibawah ini.

Senin, 29 November 2010

Taksi di Bogor


Dibawah ini informasi nomor telp yang dapat dihubungi apabila ingin menggunakan jasa taksi di Kota Bogor.

Taksi Blue Bird : 0251-8145596 / 081510227096


Kamis, 28 Oktober 2010

Batas Wilayah Rencana Terminal di Tanah Baru

Berikut ini adalah rencana batas wilayah pembangunan Terminal di Tanah Baru:
Luas : 10 ha
Lokasi : Kp. Selaawi Kel. Tanah Baru
Batas Utara : Off Ramp Tol BORR seksi I (Jalan Arteri Selatan)
Batas Selatan : Jalan Lingkungan ke Sekolah Alam
Batas Barat : Jl. Pangeran. Shogiri
Batas Timur : Kali Cimahpar

Source : PemKot Bogor

Relokasi Terminal Baranangsiang Ke Kampung Selaawi Tanah Baru

Bogor - Pemerintah Kota Bogor tengah mengkaji kembali relokasi atau pemindahan Terminal Baranang Siang ke Tanah Baru. Rencananya, di Kampung Selaawi, Kelurahan Tanah Baru, akan dibangun Terminal Tipe A. Pembangunan diperkirakan akan berjalan selama tiga tahun, dimulai dari tahun 2011.

Untuk mendukung upaya tersebut, pemerintah akan memprioritaskan anggaran untuk pembangunan terminal sebesar Rp 130 Miliar. Belum ditambah pembebasan lahan seluas 10 Ha sebesar Rp 100 Miliar.

Rencana relokasi tersebut mengemuka dalam rapat Briefing Staff yang diselenggarakan oleh Sekretariat Daerah Kota Bogor, Jalan IR Juanda 10 Bogor, Selasa (26/10) lalu.
Dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Walikota Bogor Achmad Ruyat, dibacakan laporan hasil koordinasi persiapan pembangunan Tol BORR Seksi II A dan pembangunan kawasan Tanah Baru.

DalamNota Dinas yang ditandatangani oleh Asisten Tata Praja Ade Sarip Hidayat juga disebutkan Pemerintah Kota Bogor pun telah mempersiapkan Detail Engineering Design (DED).
Bahkan dari Raperda RTRW Kota Bogor, dalam pasal 46 dikatakan bahwa Terminal Tipe A Kota Bogor akan di bangun di Kelurahan Tanah Baru Kecamatan Bogor Utara yang dalam indikasi program dan kegiatan dicanangkan selesai secara multiyears dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2014.

Dalam pembahasan sebelumnya, Jumat (15/10/2010), ada tiga skenario besaran kapasitas terminal yang telah direncanakan antara Dishubkominfo dengan Konsultan Perencana. Skenario tersebut terminal dibangun dengan pola minimal seluas kurang lebih 4 hektar, atau pola menengah seluas 7 hektar atau dengan pola maksimal seluas 10 hektar.
Berdasarkan rencana, terminal tersebut nantinya akan memiliki dua muka. Frontage utama menghadap Jl. Arteri Selatan sebagai akses utama. Sedangkan untuk akses penumpang (angkot) menghadap Jalan Pangeran Shogiri.

Berikut ini adalah rincian pembangunannya: Untuk akses terminal, rencana peningkatan pembangunan jalan P. Sogiri telah dilaksanakan berbarengan dengan bergulirnya rencana pembangunan terminal Tanah Baru. Khusus jalan akses terminal, dari exit tol sampai dengan muka terminal, row jalan direncanakan minimal 20 meter.

Selain itu, pembangunan jalan Arteri Selatan dan Arteri Utara dipandang menjadi hal yang penting sebagai akses jalan guna mendukung pelaksanaan pembangunan Terminal Type A Tanah Baru dan operasionalisasi terminal tersebut.

Kepala Dishubkominfo Ahmad Syarief menambahkan bahwa bila relokasi sudah final, maka diperlukan sejumlah perubahan perijinan baik PO maupun bus yang akan beroperasi nantinya. Bahkan pihaknya pun akan melakukan sejumlah rerouting.
“Nanti bus reguler Bogor-Jakarta mungkin berubah menjadi pengumpan atau feeder ke Bus Trans Jakarta, akan kita tawarkan opsi itu,” ujarnya.

Relokasi terminal Baranangsiang memang dirasa sangat penting mengingat kondisi terminal bus Baranangsiang kini. Selain kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia (ingat, terminal ini sudah berdiri sejak tahun 1974), luasnya pun tidak mencukupi kebutuhan operasional.
Terminal Baranangsiang yang memiliki luas ± 19330 m² sebenarnya diperuntukkan bagi terminal type C. Namun realisasinya terminal ini masuk kategori type A. Terminal ini pun tercatat terdapat sedikitnya 200 bus dari 11 PO, yang melayani rute Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), Antar Kota

Dalam Provinsii (AKDP) dan angkutan kota, dengan tujuan Tanjung Priok, Bekasi, Karawang, Cikarang, Purwakarta, Cikampek, Lebak Bulus, Kampung Rambutan, Kalideres, Pulogadung, Merak, Bandung, Sumatera dan Jawa Tengah.

= Julvahmi

Source : Jurnal Bogor, 28 Oktober 2010