Pangeran Assogiri

Untuk menuju Perum Taman Seruni, kita mau tidak mau pasti melewati jalan Pangeran Assogiri. Siapa sih Pangeran Assogiri? Mudah-mudahan informasi dibawah ini dapat mengenalkan kita dengan salah satu tokoh Kota Bogor. Sebagai informasi di sebelah selatan jalan Pangeran Assogiri ini masih berdiri Pesantren Assogiri (dekat dengan pertigaan tanah baru)

Informasi dibawah ini diambil dari http://imngrh.wordpress.com/2007/07/09/pangeran-sogiri/.

Pangeran Sogiri

 

BOGOR – Untuk mengenal Kota Bogor tidak ada salahnya kita mengenal juga tokoh atau orang yang dituakan (karuhun -pen). Kali ini dijelaskan secara sekilas tokoh Bogor, Pangeran Sogiri atau Pangeran Sageri. Nama tokoh ini sudah dijadikan salah satu nama jalan di daerah Tanah Baru, Bogor Utara.

Dalam silsilah kesultanan Banten, pangeran Sogiri atau dikenal dengan nama pangeran Sugiri atau Pangeran Sageri adalah putra dari Sultan Ageng Tirtayasa -’Abul Fath ‘Abdul Fattah (1651-1672) yang juga masih keturunan Syarif Hidayatullah.

Sebenarnya Pangeran Sogiri mempunyai dua saudara yang lain yaitu Maulana Mansyuruddin, makamnya terletak di Cikadueun Banten, Pangeran Sake atau juga dikenal dengan nama Pangeran Soheh, makamnya terletak di Citeureup. Sedangkan Pangeran Sogiri dimakamkan di Jatinegara Jakarta.
Tidak ada yang tau pasti kenapa Pangeran Sogiri dsampai di Jatinegara dan dimakamkan disana. Konon menurut cerita yang berkembang Pangeran Sogiri juga pernah melawan penjajah Belanda, dalam perjalanan perang melawan Belanda ini mungkin Sogiri sampai ke Jatinegara.

Meskipun keturunan raja, Pangeran Sogiri yang punya kecendrungan sufi lebih memilih menjadi santri ketimbang meneruskan menjadi seorang pamong seperti ayahnya. Selain itu sebagai anak kedua ia pun tidak dijadikan putra mahkota oleh ayahnya karena ada Maulana Masyurudin.
Sejatinya Pangeran Sogiri tidak pernah tinggal di Bogor, tetapi keturunannya banyak yang tinggal hingga wafat dan dimakamkan di Bogor. Putra Pangeran Sogiri diantaranya Pangeran Kanzul Arifin dan Raden Koyong, keduanya dimakamkan di Jatinegara disamping ayahnya. [sumber: Gentra Madani]


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar